Tes Kebohongan

Pernah dengar tes kebohongan? Frasa ini sering kita dengar belakangan ini setelah Ryan, sang penjagal kemayu dari Jombang itu akan dilakukan tes ini oleh Labfor kepolisian disana. Alatnya dinamakan lie detector. Saya pikir2 bagus juga alat ini. Tapi kok sebelumnya tidak ada berita penggunaannya untuk kasus kriminal lain? Kenapa tidak digunakan untuk kasus korupsi yg ditangani oleh KPK? Padahal seru kan apabila mereka ketahuan berbohong? Kan bisa kena pasal lain, misalnya berusaha menutupi barang bukti atau pasal saksi palsu.

Sebenarnya Lie Detector ini banyak model alatnya. Sy pernah melihat salah satu gambar model yg pake sistem komputerisasi saat nonton film kura-kura ninja ;-). Namun yg paling terkenal adalah Polygraph. Alat ini digunakan untuk mengukur dan merekam respon psikofisiologis misalnya tekanan darah, denyut nadi,pernafasan, dan hantaran kulit ketika seseorang diberikan beberapa pertanyaan dan saat memberikan jawaban. Secara teoretis bila seseorang memberikan jawaban yg salah akan memberikan hasil berbeda dgn yg seharusnya.

Alat ini mendeteksi respon psikofisiologis akibat perubahan respon sistem saraf simpatis selama seseorang diinterogasi/wawancara. Di AS selain dipakai dalam kasus kriminal, juga dipakai pada perekrutan pegawai perusahaan swasta.

Polygraph sampe saat ini masih kontroversial karena belum sempurna. Seseorang yg diiterogasi dalam keadaan tegang-nervous atau terintimidasi mungkin akan memberikan hail yg palsu. Makanya alat ini dapat ditipu dan tertipu oleh orang2 ya tahu cara menipu lie detector. Alih-alih ingin mendeteksi apakah seseorang berbohong atau tidak, ternyata lie detectornya yg ditipu ;-). Mau tahu caranya? Cari di WikiHow.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: