Kita belum Merdeka secara Konstitusi

Menurut pembukaan UUD 1945, kita sebenarnya belum merdeka. Makanya jangan heran kalau sampe saat ini kita memang masih dijajah baik dari segi ekonomi, budaya maupun dalam kemandirian hubungan luar negeri. Kalau tidak percaya, coba buka kembali teks pembukaan UUD 1945. Akan kita temukan kalimat yang menyatakan bahwa kita memang belum merdeka.

” Dan perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia, telah sampailah kepada saat yang berbahagia. Dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia………..”

Berdasarkan teks di atas, kalau menurut penafsiran saya, bangsa Indonesia memang baru sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan, belum masuk ke area kemerdekaan. Semoga penafsiran saya ini salah. Namun kenyataan memang masih seperti itu kan? Kita belum merdeka secara mutlak. Untuk kasus Wamena saja AS masih bisa mengitimidasi kita. Belum lagi sikap pemerintah yang seolah-olah masih tunduk pada kebijakan Amerika untuk beberapa masalah.

Amandemen UUD 1945 bukanlah barang tabu, karena UUD 1945 bukan Al Qur’an dan Hadits yang memang tidak bisa diganggu gugat. Saran saya untuk anggota DPR, pembukaan UUD juga diperbaiki teksnya, jangan sampai menimbulkan hal yang ambigu bagi masyarakat awam seperti saya. Kalau tulisan ini tidak dibaca oleh anggota DPR, biarlah nanti kalau saya sudah jadi anggota DPR akan saya usulkan. Sekalian ganti semua UUD yang ada di Indonesia dengan Syariat Islam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: